aplikasi root android terbaik

Bagi kamu yang suka ngoprek Android, pasti sudah tak asing lagi dengan istilah root.

Rasanya kurang afdol kalau suka ngoprek tapi smartphone belum di root.

Dengan membuka akses root kita bisa melakukan berbagai hal untuk memodifikasi maupun memaksimalkan performa smartphone.

Seperti menghapus aplikasi bawaan, menghapus iklan yang bandel, menggunakan cotum room, dan sebagainya.

Namun untuk melakukan rooting tidaklah mudah, karena ada beberapa merk smartphone yang punya cara khusus untuk membukanya.

Nah oleh karena itu kali ini Sipitek akan mengulas beberapa aplikasi root android terbaik di 2019 yang bisa digunakan untuk berbagai merk smartphone.

Penasaran kan? yuk langsung saja simak.

20 Aplikasi Root Terbaik di Android

Tidak semua aplikasi bisa digunakan untuk melakukan root di semua merk smartphone, ada juga yang hanya bisa digunakan untuk beberapa merk saja.

Biar kamu bisa memilih aplikasi yang tepat, simak dulu semua ulasannya.

1. KingRoot

kingroot

KingRoot merupakan salah satu aplikasi root Android yang cukup populer.

Aplikasi yang dikembangkan oleh KingRoot Studio ini diklaim sebagai aplikasi yang cocok untuk orang yang malas.

Pasalnya, dengan menggunakan aplikasi KingRoot kamu bisa melakukan rooting dengan mudah, hanya dengan satu kali sentuhan saja smartphone akan melakukan proses root secara otomatis.

Tidak hanya itu saja, KingRoot juga mendukung lebih dari 100 ribu smartphone Android populer, seperti Samsung, dan sebagainya.

KingRoot bisa digunakan di hampir semua perangkat Android 2.0 hingga Android 5.0.

Keunggulan lain yang ditawarkan KingRoot adalah kemampuannya untuk mengontrol permintaan root sesuai dengan keinginan pengguna.

Aplikasi KingRoot tersedia untuk pengguna Windows maupun Android.

2. Framaroot

framaroot

Framaroot merupakan aplikasi root Android yang dikembangkan oleh salah satu anggota forum developer Android terbesar di dunia, yaitu Forum XDA.

Di awal kehadirannya, Framaroot hanya mendukung beberapa merk smartphone saja, akan tetapi seiring berjalannya waktu aplikasi ini sudah mendukung berbagai merk smartphone Android populer.

Beberapa merk smartphone yang bisa di root menggunakan Framaroot diantaranya yaitu Samsung, Oppo, Xiaomi, Huawei, Asus, Sony, dan sebagainya.

Untuk menggunakannya memang lebih sulit dari aplikasi sebelumnya, akan tetapi kamu bisa melakukannya dalam beberapa langkah.

Cara menggunaknnya juga cukup mudah, setelah Framaroot di pasang kamu hanya tinggal menjalankannya.

Setelah itu Framaroot akan menampilkan beberapa metode root yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan.

Diantaranya yaitu Aragorn dan Gandalf, meskipun kamu bisa memilih sendiri sesuai dengan metode yang tersedia, namun lebih disarankan menggunakan metode Gandalf.

Karena metode Gandalf lebih mudah dan tingkat keberhasilannya lebih tinggi.

Baca juga: 12 Aplikasi Pembersih Sampah Android Terbaik

3. KingoRoot

kingoroot

Jika dilihat sekilas, nama aplikasi root yang satu ini memang hampir mirip dengan aplikasi yang pertama.

Akan tetapi fitur dan keunggulan yang disediakan oleh KingoRoot tentunya memiliki beberapa perbedaan.

Aplikasi yang diusung oleh Finger Power Digital Technology Ltd. ini juga tersedia untuk perangkat Windows maupun Android.

Jika kamu ingin melakukan rooting dengan leluasa, kamu bisa menggunakan versi Windows.

Akan tetapi jika tidak punya PC, kamu juga bisa dengan mudah melakukannya langsung menggunakan aplikasi untuk Android.

Salah satu keunggulan dari KingoRoot adalah tingkat keberhasilan root yang cukup tinggi.

Pasalnya, KingoRoot secara rutin melakukan pembaruan di setiap skrip root yang tertanam di dalamnya.

Hal inilah yang membuat Kingoroot dapat dengan akurat mendeteksi merk smartphone, sehingga mereka bisa memberikan solusi terbaik untuk melakukan rooting di ponsel tersebut.

Tidak hanya itu saja, KingoRoot juga mendukung hampir semua Android versi 1.5 hingga 7.0.

Mulai dari Android Gingerbread, Jelly Bean, KitKat, Lollipop, Marshmallow, Naugat, dan sebagainya.

Aplikasi ini juga mendukung berbagai macam jenis merk smartphone, diantaranya Samsung, HTC, Sony, Google, Oppo, Vivo, dan sebagainya.

Mernariknya lagi, cara penggunaannya juga cukup mudah.

Kamu hanya tinggal menekan tombol “One Click Root” nantinya aplikasi ini akan melakukan rooting sendiri secara otomatis.

4. iRoot

aplikasi root android terbaik iroot

Belum menemukan aplikasi root yang cocok dengan smartphone Android kamu? saatnya untuk mencoba iRoot.

Tak tanggung-tanggung, aplikasi yang dikembangkan oleh iRoot Technology Ltd. ini sudah digunakan untuk melakukan rooting hingga lebih dari 300 juta kali.

Tentu banyaknya pengguna yang tertarik menggunakan aplikasi ini bukan tanpa alasan.

Selain mudah digunakan, iRoot juga mendukung lebih dari 15 ribu smartphone Android dari berbagai merk.

Kalau kamu pengguna Samsung, kamu wajib mempertimbangkan aplikasi yang satu ini.

Pasalnya, hampir sebagian besar ponsel yang didukung oleh iRoot memang smarphone merk Samsung.

Akan tetapi iRoot juga mendukung smartphone merk lain, seperti Sony Google, Oppo, HTC, ZTE, Lenovo, Coolpad, dan lain sebagainya.

iRoot bisa kamu gunakan di Android versi 2.3 hingga 5.0

5. Z4Root

z4root

Lagi nyari aplikasi root yang ringan, sederhana, dan mudah digunakan? Z4Root merupakan aplikasi yang wajib kamu pertimbangkan.

Salah satu keunggulan yang cukup menonjol dari aplikasi ini adalah ukurannya yang sangat kecil jika dibandingkan dengan aplikasi yang lainnya.

Selain itu, Z4Root juga cukup ringan, ukurannya saja tidak lebih dari 1 MB lho.

Dengan menggunakan aplikasi tentunya kamu tidak perlu khawatir kinerja smartphone terganggu.

Tidak hanya itu saja, Z4Root juga aman, pasalnya aplikasi besutan Z4ziggy ini hanya akan mengubah binary root ponsel saja, tidak mengubah sistem disk.

Namun jika terjadi kesalahan kamu hanya tinggal me-restart smartphone saja dan semuanya akan kembali normal.

Beberapa merk smartphone yang bisa di root menggunakan Z4Root diantaranya Samsung Galaxy S (semua versi), Sony, Motorola, Huawei, LG, dan sebagainya.

6. Towelroot

towelroot

Towelroot merupakan aplikasi root yang tidak kalah ringan dengan aplikasi sebelumnya.

Merk smartphone yang bisa di root menggunakan aplikasi ini memang tidak banyak seperti aplikasi sebelumnya.

Meskipun demikian aplikasi ini wajib kamu pertimbangkan jika mencari aplikasi yang ringan.

Jika kamu tertarik untuk menggunakan aplikasi ini, sebelum menggunakannya pastikan antivirus yang terpasang di smartphone sudah dinonaktifkan.

Karena aplikasi ini akan terdeteksi sebagai aplikasi berbahaya.

Akan tetapi kamu tidak perlu khawatir karena aplikasi ini sudah banyak digunakan oleh orang lain dan terbukti aman.

7. One Click Root

one click root

Berbeda dengan aplikasi root sebelumnya, dimana kamu bisa langsung memasangnya di smartphone yang akan di root.

One Click Root merupakan aplikasi root yang tidak bisa digunakan langsung di smartphone, akan tetapi aplikasi ini hanya bisa digunakan di perangkat komputer.

Jadi, untuk melakukan rooting menggunakan aplikasi ini kamu haru menggunakan perangkat komputer.

Kemudian kamu perlu menghubungkan smartphone yang ingin di root ke perangkat komputer yang telah terpasang aplikasi One Click Root.

Meskipun demikian aplikasi ini juga cukup mudah digunakan, kamu hanya tinggal menghubungkan smartphone yang ingin di root.

Kemudian aktifkan USB Debugging dari menu pengaturan developer di smartphone.

Terakhir kamu hanya tinggal memilih opsi Root yang ada di aplikasi One Click Root.

One Click Root bisa digunakan untuk melakukan rooting smartphone merk Samsung, Oppo, Asus, Vivo, ZTE, Xiaomi, HTC, dan sebagainya.

8. Magisk

magisk

Aplikasi root Android selanjutnya yang wajib kamu pertimbangkan adalah Magisk.

Aplikasi open source ini sebetulnya tidak hanya bisa digunakan untuk melakukan rooting Android saja akan tetapi ada berbagai macam hal yang bisa kamu lakukan dengan Magisk.

Salah satu fitur yang tersedia di Magis selain MagiskSU untuk melakukan rooting, diantaranya yaitu Magic Mount.

Fitur tersebut dapat kamu gunakan untuk merubah sistem bawaan vendor tanpa merusak partisi smartphone.

Tidak hanya itu saja, Magisk juga bisa disembunyikan dari alat pendeteksi Google SafetyNet menggunakan fitur MagiskHide.

Ada juga fitur Resetprop, fitur ini berfungsi untuk menghapus properti sistem apa pun yang ada di smartphone.

9. Root Genius

root genius

Sama seperti One Click Root, Root Genius juga tidak bisa digunakan langsung di smartphone, aplikasi ini hanya bisa digunakan di perangkat komputer Windows.

Aplikasi ini bisa digunakan untuk melakukan rooting Android versi 2.3 sampai 5.0.

Cara menggunakannya juga cukup mudah.

Kamu hanya tinggal menghubungkan smartphone yang ingin di root menggunakan mode USB Debugging ke komputer yang telah terpasang aplikasi Root Genius.

Nantinya aplikasi ini akan secara otomatis mendeteksi smartphone kamu, untuk memulai melakukan rooting tinggal pilih tombol “Root it” dan proses root akan berjalan secara otomatis.

10. dr.fone Root

dr fone root

Sama seperti aplikasi sebelumnya, dr.fone Root juga merupakan aplikasi root Android yang harus dijalankan melalui perangkat komputer Windows.

Hanya saja aplikasi ini lebih handal dan memiliki tampilan dan fitur profesional.

Aplikasi yang dikembangkan oleh Wondershare ini mendukung lebih dari 7 ribu smartphone dan aplikasi ini juga dijamin 100% aman.

Beberapa merk smartphone yang bisa di root menggunakan dr.fone Root diantaranya yaitu Samsung, Motorola, LG, Sony, Google, HTC, dan lain sebagainya.

11. 360 Root

360 root

360 Root merupakan aplikasi root yang bisa digunakan di Windows (.exe) maupun Android (.apk).

Saat menggunakan aplikasi ini mungkin kamu akan sedikit kebingungan, pasalnya opsi yang disematkan di dalam aplikasi 360 Root disuguhkan dalam bahasa Cina.

Akan tetapi, untuk melakukan rooting menggunakan 360 Root caranya cukup mudah.

Tugas kamu hanya memilih ikon gembok saja, nantinya secara otomatis aplikasi ini akan melakukan proses rooting.

360 Root mendukung berbagai merek smartphone, diantaranya Samsung, HTC, Philips, Hisense, Dell, ZTE, LG, Xiaomi, dan sebagainya.

12. Nexus Root Toolkit

nexus root toolkit

Sesuai dengan namanya, Nexus Root Toolkit merupakan aplikasi root yang hanya bisa digunakan untuk smartphone Nexus saja, tidak bisa digunakan untuk merk yang lain.

Beberapa seri Nexus yang bisa di root menggunakan aplikasi ini diantaranya Nexus 9, Nexus 7, Nexus S, Galaxy Nexus CDMA/GSM, dan sebagainya.

Nexus Root Toolkit juga tidak hanya bisa digunakan untuk melakukan rooting saja.

Akan tetapi dengan menggunakan aplikasi ini kamu bisa memasang ADB, Unlock Bootloader, Flash Costum Recovery, dan sebagainya.

Nexus Root Toolkit hanya bisa digunakan di perangkat komputer yang menggunakan OS Windows.

Untuk menggunakannya kamu perlu menghubungkan smartphone Nexus ke komputer yang telah di pasang Nexus Root Toolkit, jangan lupa untuk mengaktifkan mode USB Debugging.

13. Universal Androot

universal androot

Meskipun namanya tidak sepopuler seperti aplikasi Kingroot, Framaroot, dan sebagainya.

Universal Androot juga salah satu aplikasi root Android yang cukup handal dan mudah digunakan.

Aplikasi yang hanya berukuran 1 MB ini bisa digunakan untuk melakukan rooting di lebih dari 250 smarphone, termasuk Google, HTC, Motorola, dan sebagainya.

Menariknya, Universal Androot bisa langsung di pasang di smartphone, sehingga kamu tidak perlu ribet menggunakan perangkat komputer.

14. Key Root Master

key root master

Kurang mahir menggunakan aplikasi root yang berbahasa Inggris? Key Root Master merupakan pilihan yang tepat buat kamu.

Pasalnya, aplikasi yang dikembangkan oleh RootMaster ini menyediakan bahasa Indonesia lho.

Tidak hanya itu saja, dengan menggunakan Key Root Master kamu juga bisa melakukan rooting smartphone Android dengan mudah dan cepat.

Key Root Master mendukung berbagai merk smartphone, mulai dari Samsung, Xiaomi, Oppo, dan sebagainya.

Kamu juga gak perlu khawatir aplikasi membebani kinerja smartphone, karena memang aplikasi ini sangat ringan, ukurannya saja tidak lebih dari 3 MB.

15. SuperSU

superSU

SuperSu merupakan aplikasi untuk mengatur hak superuser setiap aplikasi yang terpasang di smartphone.

Jadi aplikasi ini sebetulnya bukan merupakan aplikasi root, akan tetapi aplikasi ini sangat berguna ketika ponsel kamu sudah di root.

Dengan adanya aplikasi ini, kamu bisa mengatur aplikasi apa saja yang diizinakn untuk memiliki hak akses root, dan mana yang tidak di izinkan.

Tentunya dengan mengatur hak superuser, smartphone akan menjadi lebih aman.

Tidak hanya itu saja, jika ponsel kamu sudah di root tapi ingin mengembalikannya lagi (unroot), kamu bisa menggunakan aplikasi ini.

Pasalnya, SuperSU punya fitur unroot temporary yang bisa kamu gunakan untuk menutup kembali akses root di smartphone.

16. SRS One Click Root

srs one click root

SRS One Click Root merupakan aplikasi root Android yang hanya bisa dipasang di perangkat komputer Windows.

Meskipun demikian ukuran aplikasi ini cukup kecil, ukurannya tidak lebih dari 8 MB.

Sesuai dengan namanya, dengan menggunakan SRS One Click Root kamu bisa melakukan rooting smartphone hanya dengan satu langkah saja.

SRS One Click Root juga memiliki dua metode rooting, yaitu All Methods dan SmartRoot.

Menariknya, selain bisa digunakan untuk melakukan root aplikasi ini juga bisa digunakan untuk unroot.

17. Superuser X Free [Root]

superuser x free root

Sama halnya seperti SuperSU, Superuser X Free [Root] bukanlah aplikasi root.

Akan tetapi aplikasi ini akan memberikan hak superuser ke aplikasi yang di root.

Jadi kalau tujuan kamu hanya untuk mengakses aplikasi yang membutuhkan akses root, aplikasi besutan KShark Apps ini bisa menjadi pilihan yang tepat buat kamu.

Aplikasi yang telah diunduh oleh lebih dari 500 ribu kali ini hanya bisa berfungsi di smartphone yang sudah di root.

18. Baidu Root

baidu root

Baidu Root merupakan aplikasi root yang bisa digunakan untuk melakukan rooting Android 2.2 hingga 4.4.

Lebih dari 6 ribu smartphone Android dari berbagai vendor bisa diroot menggunakan aplikasi ini.

Untuk menggunakan Baidu Root, caranya juga cukup mudah.

Akan tetapi saat pertama kali di pasang aplikasi ini memiliki bahasa Cina, untuk mengubahnya kamu bisa menggunakan opsi yang ada di pojok kanan bawah.

Untuk memulai proses root, kamu hanya tinggal menekan tombol “Get Root” dan nantinya aplikasi ini akan otomatis berjalan.

Jika tampilannya berubah menjadi hijau berarti, proses rooting telah berhasil dilakukan.

19. BusyBox

busybox

BusyBox merupakan aplikasi utilitas Android terbaik yang wajib terpasang di smartphone yang sudah di root.

Aplikasi yang dikembangkan oleh Stephen (Stericson) ini dilengkapi dengan beragam alat standar Unix yang telah dioptimalkan untuk Android.

Salah satu fungsi dari BusyBox adalah untuk mengoptimalkan penggunaan memori dan mengelola file secara detail.

20. Root Check

root check

Setelah melakukan rooting menggunakan salah satu dari beberapa aplikasi root yang telah Sipitek bahas.

Tentunya kamu harus mengeceknya terlebih dahulu, apakah akses root sudah terbuka atau belum.

Nah untuk memastikannya kamu bisa menggunakan aplikasi Root Check.

Aplikasi besutan JRummy Apps ini akan secara otomatis mendeteksi smartphone kamu apakah sudah di root atau belum.

Tidak hanya itu saja, aplikasi yang telah diunduh oleh lebih dari 5 juta kali ini juga menyediakan tutorial root dan costum room yang bisa dipelajari secara gratis.

Akhir Kata

Itulah deretan aplikasi root Android terbaik di 2019 yang berhasil Sipitek rangkum.

Tentunya setiap aplikasi memiliki fitur yang berbeda-beda, semoga saja ulasan di atas bisa membantu kamu untuk memilih aplikasi yang terbaik.

Perlu diketahui, melakukan rooting merupakan kegiatan yang bisa merusak sistem Android.

Jadi pikirkan terlebih dahulu dan cari informasi sebanyak-banyaknya supaya kamu bisa mendapatkan hasil terbaik.

Jadi, aplikasi yang mana nih yang akan kamu pakai?

Hobi membaca dan menulis berbagai hal seputar teknologi terutama games, aplikasi, dan smartphone. Mulai aktif menulis pada tahun 2015, pada tahun 2016 ia mencoba merintis karir didunia tulis-menulis dengan serius dan mendirikan Sipitek.com.

Artikel Terkait:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here